Trip With Sari Musdar

Trip With Sari Musdar
Spring Euro Trip With Sari Musdar

2014/04/13

Rumah Adalah Dimana Pun - souvenir dari 19 daerah wisata di Indonesia

sumber : http://blog.kutukutubuku.com/category/book-reviews/


Rumah adalah di Mana Pun (#RadMP)

by  @LangkahDewi (19 Pejalan Perempuan)
Penerbit : Grasindo
Penulis : @LangkahDewi
Harga : 59,000.00 50,150.00 (Diskon 15%)
 *Sinopsis :
Para pejalan perempuan berbagi cerita perjalanan.
Bagaimana jika 19 pengelana perempuan berkelana ke 19 tujuan eksotis di Indonesia ? Ada berbagai cerita yang bisa didapat jika kita menjelajah banyak tempat wisata di Indonesia. Beberapa orang
bisa saja pergi ke tempat yang sama tetapi membawa cerita yang berbeda di akhir perjalanan. Ke 19 penjelajah perempuan ini melakukan perjalanan ke Mandalawangi, Tebing Tomini, Wae Rebo (NTT), Bromo, Blue Fire Ijen, Derawan, Mahameru, Bukit Tinggi, Belitung, Larantuka (Flores), Makassar, Sabang (aceh, lombok, baluran, Bali, Jayapura, malang, dan Gua Jepang di Bandung. Teman-teman yang sudah pernah traveling ke tempat-tempat di atas mungkin juga mempunyai cerita yang bisa jadi sama atau berbeda dengan mereka. Penasaran? Silakan baca kumpulan cerita perjalan ke 19 penjelajah perempuan ini. Setiap tempat mempunyai cerita dan dari perjalanan yang kita lakukan selain kita mengenal orang-orang setempat dan lokasi wisata, kita juga makin mengenal diri kita.
Ada cerita persahabatan, cinta yang tumbuh saat bertraveling, kerinduan pada ibu yang mengasihi dengan tulus, kesadaran bahwa cinta yang lama adalah masa lalu saat kita sudah tidak merasakan
cinta yang sama dengan orang yang melakukan perjalan dengan kita.
*Review:
“Cewek2 ini telah merasakan dan menuliskan cinta yg ditemukan saat perjalanan dgn gaya cewek banget, minimal Anda bisa jatuh cinta pada tempat2 yg mereka ceritakan.
“Banyak hal ttg perjalanan yg didapat dari buku ini, bahkan rute dan destinasi cinta pun tersedia.”
@indyrahmawati (TV one)
“Buku yg enak dibaca oleh para penggemar travelling pembaca terasa diajak masuk ke dunia yang diselami penulis.”
*Menurut aku sih…..
Dari judulnya pasti banyak yg nebak kalau buku ini mengisahkan tentang “semua tempat” adalah rumah kita. Nah, coba dihitung ada berapa tempat yg bisa dihitung pakai jari dan masih banyak lagi yg gak bisa dihitung pakai jari? Berarti rumah kita banyak dong? Hahaha bukan gitu maksudnya. Artinya “rumah” disini adalah tempat dimana kita mendapatkan kenyamanan dan keindahan. Jelas, kalau indah pasti membuat kita nyaman dan betah berlama-lama deh. Klik di mata, klik di hati. Tempat dimana suatu perjalanan dimulai dan tak pernah berakhir. Tempat yang mempunyai kisah tersendiri. Itulah rumah kita.
Satu saran, buku ini bukanlah buku panduan tentang bagaimana cara kamu agar bisa traveling hemat, irit, pelit, medit atau traveling tanpa duit. Bukan. Buku ini adalah memoar perjalanan dari beberapa penulis yang gemar traveling. Mereka selalu menyinggahi tempat baru, suasana baru, bertemu dengan orang baru, bahkan mereka semakin mengenal diri mereka masing-masing. Mereka selalu menjalani suatu kisah baru dalam hidup mereka. Dan mereka membagikan pengalaman mereka tersebut dalam buku ini. Intinya, dimanapun tempat itu berada, tempat itu selalu punya kisahnya sendiri. Itulah rumah kita.
Penggambaran latar belakang dalam buku ini entah kenapa selalu menarik dan membuat kita bisa berimajinasi seketika saat membacanya, bahwa tempat yg disinggahi penulis memang seindah yg mereka tulis. Dengan catatan, walaupun kita tidak pernah kesana sekalipun. Selain dari penggambaran latar belakang yg membuat kita jatuh cinta setengah mati (pengen juga kesana), kita juga dibawa mengalir dengan alur cerita yg mudah diikuti. Ditambah lagi kita dibuat menyelam dengan penyajian bumbu-bumbu kisah persahabatan, cinta dan ketulusan.
Secera keseluruhan, wajib deh punya buku ini!
Buat yg udah punya, coba dibaca ulang yuk ^_^ Lalu tulis comment kamu mengenai buku ini.
Dan buat yg belum baca, buruan dibaca dong kalau udah punya bukunya hehehe :P
Eh bentar..  Kamu belum punya buku ini? Hari gini kemana aja?! Buruan beli disini !!

2014/03/02

Spring Euro Trip 2014

Eropa selalu menjadi destinasi menarik bagi wisatawan dunia, termasuk Indonesia. Dengan memegang 1 visa, anda bisa menjelajah ke beberapa negara yang mempunyai budaya, bahasa dan pemandangan yang berbeda. Sayangnya diperlukan waktu yang panjang untuk bisa mengeksplorasi benua yang kaya budaya dan sejarah ini.

Untuk orang yang pertama kali ke Eropa, disarankan datang di musim semi, karena cuaca yang nyaman untuk kita orang yang terbiasa tinggal di negara tropis dan juga ada waktu lebih banyak dibandingkan musim gugur atau musim dingin.

Untuk lebih mengenal dan merasakan kehidupan di Eropa Barat, Tour ini diadakan “Semi Backpacker” artinya peserta akan dikenalkan dengan transportasi umum yang ada di sana.

Disarankan tidak membawa koper yang besar.



Itinerary
Hari pertama, 9 Mei 2014 (Jkt – Amsterdam)
o   Bandara Soeta – Amsterdam
o   Peserta harus sudah siap di Terminal 2 di Bandara Soekarno Hatta – Terminal Keberangkatan
o   Briefing & berdoa sebelum berangkat

Terkenal sebagai “Venice di Utara Eropa” karena kanal-kanalnya, Amsterdam sepertinya tidak pernah sepi didatangi wisatawan dari berbagai belahan dunia. Kota ini dihiasi kanal-kanal, museum-museum kelas dunia, arsitektur gedung yang indah dan café-café di sudat jalan. Selain tentunya hiburan malam dan red light district... Cobalah jelajahi kota ini dengan sepeda

Hari Kedua, 10 Mei 2014 (Amsterdam)
o   Bandara Schipol – Hotel – Volendam – Marken – city tour Amsterdam
o   Selesai proses di imigrasi Bandara Schipol naik tram ke Amsterdam Centraal, menaruh koper/ tas di penginapan dan dilanjut dengan foto-foto di Damsquare, lalu langsung ke Bis Areva di depan Amsterdam Centraal menuju Volendam (perjalanan kurang lebih 40 menit)
o   Makan siang di Volendam, rekomendasi coba makan ikan hering (4 euro), foto dengan baju tradisional, foto di dekat kincir angin, naik ferry ke Pulau Marken
o   Kembali ke Damsquare, city tour, lihat pemandangan khas Amsterdam Pasar Bunga Terapung Bloenmarkt, window shopping di De Bijenkorf, istirahat dan foto bersama di depan danau Vondelpark

A5
Hari Ketiga, 11 Mei 2014 (Amsterdam)
o   Keukenhof – Madam Tussaud
o   Jam 09.00 semua peserta sudah harus siap di Lobby Penginapan, untuk berangkat dengan bis di Amsterdam Centraal menuju Keukenhof, taman bunga terbesar di dunia yang menyajikan aneka bunga Tulip
o   Tour Keukenhof hingga siang disarankan membawa makanan karena restoran di sekitar Taman Keukenhof hanya menjual makana Belanda.
o   Pukul 13.00 semua peserta sudah kumpul untuk kembali ke Damsquare
o   Kunjungan ke Museum Madame Tussaud hingga jam 17.00
o   Sore window shopping ke Magna Plaza di dekat Damsquare dan ke pasar kaki lama Nieuwendijk dan Redlight District (bagi yang ingin tahu, harus diantar tour guide).
amsterdam

Brussel mempunyai budaya Flemmish dengan sedikit pengaruh Belanda dan Perancis, jika Paris mempunyai Menara Eiffel, Roma mempunyai menara Pisa, maka Brussel tak mau kalah, membangun Atomium di Heysel, pada tahun 1958. Selain bisa menikmati arsitektur bergaya art Deco atau Baroque di sekitar Grandplace, anda juga dapat menikmati wisata kuliner di sekitar alun-alun tersebut. Brussel bukan hanya surga bagi para chocolate-adictict, tetapi juga tempat yang wajib dikunjungi untuk anda para fans sejati Tintin, Lucky Luke dan Smurf
Hari Keempat, 12 Mei 2014 (Brussels)
o   Kereta ke Brussels pagi hari – Check in Hotel – Grand Place – Musium Komik
o   Jam 09.00 peserta sudah selesai sarapan dan siap untuk naik kereta menuju Brussels
o   Sampai di Brussels menuju penginapan, jalan kaki ke Botanique Jardin, foto bersama, menuju Mall Supercity (window shopping), Grand Place (alun-alun terkenal dan pusat kuliner dan souvenir Belgia). Peserta bisa makan siang di sini, mencoba waffle khas Belgia dan coklat terbaik di Eropa.
o   Jam 14.00 ke Museum Komik dan Butik Tintin
o   Sore ke Atomium bangunan yang menjadi landmark kota Brussels
o   Malam acara bebas / ke Rue Neuve, pasar kaki lima Brussels dan makan malam sambil menikmati suasana malam di area Grand Place




Hari Kelima, 13 Mei 2014 (Brussels)
o   Naik kereta pagi ke Brugge – City tour Brugge – sore naik kereta balik lagi ke Brussels langsung ke Paris
o   Peserta sudah breakfast dan siap pukul 09.00 menuju Brussels Midi untuk naik kereta ke Brugge, Venice di utara Eropa
o   City Tour dan foto bersama, sore menuju Paris dengan kereta
o   Note: Koper nitip di stasiun Brussels - Late Check in di Paris




Romantis, berseni dan elegan” kebanyakan orang yang pernah mengunjungi Paris mempunyai kesan seperti itu.  Dan itulah kesan yang akan anda dapatkan saat pertama kali menginjakkan kaki ke Paris. Anda tidak hanya mendapatkan keindahan Menara Eiffel yang sudah tersohor, tetapi juga bangunan dan taman-taman indah serta tempat untuk menikmati waktu berlalu di café-café pinggir jalan Paris. Jika anda bukan pemuja seni sekalipun, anda tetap akan menikmati dan jatuh cinta pada kota ini.

Hari keenam, 14 Mei 2014 (Paris)
o   Versailles – Menara Eifel – Arc de Triompe – City tour Paris
o   Pagi tiba di Paris, setelah segar, kita akan melihat istana terbesar di Paris yang juga terkenal dengan sebutan “Le Grand Apartment”
o   City tour : Menara Eiffel, foto bersama di Champs Mars, Arc de Triomphe, Champs Elysee
o   Taman Luxembourg, foto bareng, Notre Dame dan Toko Buku terkenal di dunia “Shakespeare & Co”
o   Malam kembali ke Menara Eiffel dari Trocadero (foto narsis di sini dengan siluet Menara Eiffel yang berkerlap kerlip),









Hari ketujuh, 15 Mei 2014 (Paris)
o   City tour Paris 2 – naik kereta malam ke Verona – Check in Hotel Verona (late)
o   Musee du Louvre, Shopping Time di “Benlux” Butik barang-barang bermerek milik orang Indonesia di seberang Musee Du Louvre, Komplek Makam terbesar di Paris Le Pere La Chaise, Montmartre
o   Malam sudah siap untuk ke Stasiun Gare Du Nord menuju Verona dan check in langsung ke penginapan









Hari Kedelapan, 16 Mei 2014 (Verona)
o   City Tour Verona – naik kereta malam ke Venice
o   Verona adalah kota asal lahirnya cerita romantic “Romeo & Juliet”, kota ini semacam miniatur Roma
o   City tour di Verona melihat Juliet House (setting film “Letter to Juliet”)

Hari Kesembilan, 17 Mei 2014 (Venice)
o   Check in Hotel Venice – City Tour Venice – malam naik kereta ke Roma sampai pagi hari
o   Hari ini kita melanjutkan perjalanan menuju kota Venice. Kita akan mengunjungi Venice island dengan naik boat di tronchetto dan menikmati gondola. Venice dikenal dengan julukan “Kota di Atas Air”. Kita mengunjungi ST. MARK SQUARE & CATHEDRAL, BRIDGE OF SIGH & DOGE`S PALACE, foto bareng di depan Doge’s Palace



Hari Kesepuluh, 18 Mei 2014 (Roma)
o   Check in Hotel Roma – City tour Roma & Vatikan – Frascati
o    Pagi city tour ke Roma (Collesium, Roman Forum, Fontana de trevi) lalu ke Vatikan









Hari kesebelas, 19 Mei 2014 (Roma – Jakarta)
o   Bandara Fiumicino Roma – CKG
o   Perjalanan ini berakhir kita kembali ke tanah air



HARGA USD 1295 (30 pax) Termasuk:

1.       Menginap 8 malam di Hostel  
2.       Halal food untuk makan malam
3.       Entrance ticket (Tronchetto boat return to Venice island, Eiffel tower 2nd floor , Museum Madam Tussaud, Foto dengan baju tradisional Volendam, Museum Tintin, Muse du Louvre, keukenhof, Colleseum)
4.       Local Guide Indonesian speaking
5.       Transportasi antar kota / Negara

Tidak termasuk:  
1.       Tiket Pesawat Jakarta – Amsterdam – Roma - Jakarta
2.       City tax 1,5 euro/pax
3.        Visa Schengen Rp1,5 juta
4.        travel insurance 500 ribu
5.       Air port tax  Jakarta Rp150 ribu.
6.       Tips untuk local guide dan tour leader masing-masing  2 euro/hari
7.       Pengeluaran pribadi seperti laundry, mini bar
8.       Biaya dua kali Loker @± 10 euro

OPTIONAL TOUR
1.       NAIK GONDOLA  26 euro/person
2.       Seine Cruise Paris 14 euro / person

Catatan:

Tips untuk Tour leader dibayarkan dimuka @2 euro x hari selama di eropa

2014/02/10

Kekuatan Tulisan : Menulislah jika ingin didengar

Malam ini saat sedang menonton film Glee, tanpa sadar saya menikmati adegan lamaran pernikahan kedua tokohnya yang gay. Pikiran saya lalu mengembara ke pertengahan April 2013, saat pertama kali jadi saksi demonstran gay Paris yang menuntut disahkannya pernikahan sesama jenis. 

Demo para lelaki (gay) muda bertopeng dan bertelanjang dada tetapi mengenakan celana jean warna warni (bahkan ada 1 demonstran mengenakan celana merah) yang memacetkan salah satu ruas jalan utama Paris ini, mungkin hanya punya daya pengaruh kecil dalam hal mempengaruhi pikiran orang banyak untuk menyetujui permintaan mereka, atau minimal simpati dengan hak yang mereka tuntut dari Negara. 


Saya lihat banyak Les Parisien yang kebetulan terjebak di jalan itu mengerutu dengan ulah mereka karena bikin lalu lintas macet (ah, sudah pasti mereka belum lihat kekacauan lalu lintas jakarta).

Hal ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan film glee yang bisa menyihir jutaan penontonnya dalam waktu bersamaan dan tanpa sadar memasukkan nilai-nilai yang mereka anut kepada alam bawah sadar para penontonnya yang kebanyakan anak muda. apalagi kali ini mereka khusus menyanyikan lagu-lagu The Beatles yang "abadi". 

Tanpa bermaksud menyatakan saya sepakat  pada nilai -nilai yang dipercaya pembuat film "Glee" atau pun menghakimi, saya acungkan jempol ke para script writernya, yang bisa menyusupkan pendapat mereka (tentang pernikahan sesama jenis anak-anak muda yang baru lulus SMA) ke penonton muda dengan narasi dan dialog yang sangat bagus dan indah tentang keagungan "cinta:. 

Belajar dari sini, daripada kebanyakan orang kita yang hanya hobi mengutuk nilai-nilai yang menurut orang kita bertentangan dengan moral atau nilai-nilai Timur (saya sendiri galau, sebenarnya nilai Timur di milenium ke3 itu yang seperti apa?) sekarang ini cara paling tepat untuk "menguasai" dunia ya dengan tulisan. Tulisan seperti mantra, dia mempengaruhi alam bawah sadar dan pikiran pembacanya. 


Bukan jamannya lagi melakukan kekerasan ramai-ramai memprotes paham yang kita ngga setujui, apalagi bikin jalanan yang udah macet parah, makin rusuh. 

Mengutip kata - kata sohor dari penulis yang saya kagumi, Pramoedya Ananta Toer, "menulislah...kerna dengan tulisan suaramu akan didengar banyak orang sepanjang masa"

Menulislah, dari sekarang, jika kamu ingin didengar.

2014/01/26

Ajari Aku Untuk Bisa Mencintaimu (Amole, Letter From Field Of Gold)

















Sama seperti malam-malam sebelumnya, selesai makan malam di Messhall aku menyusuri jalan menuju Barakku. Sebenarnya ada bis dari Shopping Family menuju Barak, tetapi aku lebih senang menikmati malam di Amolepura dengan berjalan kaki dan membiarkan kabut dingin membelai kedua pipiku.

Suatu saat nanti aku pasti akan merindukan semua ini. Berjalan pelan menikmati kesunyian Amolepura. Bangunan Modern di tengah kepungan gunung-gunung batu kaya mineral. Inilah “me time” terbaik. Hanya ada aku, jalan sepi, kabut, rintik hujan, gunung-gunung yang seolah menjagaku, uap udara dingin yang keluar saat aku menghela nafas, serta bau wangi Bunga Datura yang tumbuh di pinggir jalan.

Semuanya ini nanti akan menjadi kenangan, hanya masalah waktu. Ini romantisme yang hanya bisa kunikmati sendiri bersama alunan lagu “Ajari aku” dari Adrian Martadinata. Di depan sana aku melihat sosok yang kukenal, masih mengenakan baju kerja overall , helmet, savox di pinggang dan sepatu safety boot selutut. Tanpa ragu aku memanggil.

“Finn!”

Dia menoleh, berhenti sebentar dan membiarkan aku menyusul. Pandangannya serius lurus ke depan, mungkin masih memikirkan pekerjaan, terutama beberapa hari ini dia ikut menjadi tim investigasi peristiwa longsor di Mile 73. Aku basa-basi bertanya tentang peristiwa longsor yang menyebabkan salah 1 kolega tewas. Tapi sepertinya pertanyaan ini malah memperkeruh wajahnya.

“Hey, hari ini kan ada pertandingan volley di Sport Hall, Underground melawan Concentrating. Mau nonton? Besok kamu ngga kerja kan Sabtu?”

No thanks Raisa, I must finish my work at home

Wajahnya demikian lelah dan aku ingin melingkupinya dengan cinta. Tapi tentunya tidak kunyatakan kalimat ini.

Have you ever heard work life balance Finn? Definitely you need that!” aku tertawa mengejeknya. Rasanya cuma aku orang di kantor yang berani mengkritiknya. Dia melirikku dan tertawa. Tawa yang sama saat dia menggodaku di lorong-lorong Toko Hero saat pertama kami berkenalan.  Selesai makan siang bersama, dia mendapatiku sedang memenuhi keranjang dengan coklat, kacang, chip kentang, dan permen.

"Healthy food you said? I saw many rubbish here in your basket. You just like me, junk food lover!" Dia puas menertawakan aku.


When I have my Rotational Leave, I have Raisa, don’t worry” Kini wajahnya mulai tersenyum. Lihatlah, aku selalu berhasil membuat dia tersenyum.

‘Twix?” aku menyodorkan 2 bungkus coklat.

Dia tertawa terkekeh dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Junk food lover! You just like me Raisa"

Aku tidak bisa menahan tawa tapi dalam hati menepuk dada, hanya aku yang berhasil membuat dia tersenyum dan tertawa.

"Coklat bagus untuk kesehatan dan kebahagiaan Finn, look at me"

Kami kemudian melanjutkan langkah dengan pembicaraan ringan di tengah titik-titik air gerimis Amolepura yang mulai membasahi satu persatu wajahku. Malam ini semuanya terasa manis, entah karena coklat twix atau karena dia berjalan di sampingku dalam malam dingin AMolepura. Biarlah seperti ini, suatu saat ini akan menjadi kenangan.

2014/01/25

Spring Euro Trip 2014 - May



Hai hai yang sudah lama nunggu jadwal trip kami :) 
Ini dia jadwal trip Click4Trip, mohon untuk gabung di fan page http://www.facebook.com/click4trip

  mei ini (Amsterdam-Brussels-Brugges-Paris-Verona-Venice-Roma), \
2.      Agustus :  Aussie (melbourne& sekitarnya Agustus)/ Sydney dan sekitarnya (Blue Mountain, Manly Island, Taronga

3.      Oktober (autumn) : Les Magribins –Paris, Perancis Selatan, Madrid, Toledo, Barcelona, Andalusia (+Maroko)

4.       Oktober (spring) Melbourne dan sekitarnya : Dandenong (Tulip Tesselaar Festival). Geelong. Lorne / Great Ocean Road, Philips Island 




Itinerary Mei / Spring : 

Harga Tour sdh termasuk Tiket masuk tempat-tempat wisata (keukenhof dll), hotel, dinner, breakfast (including hotel) :  955 USD belum termasuk tiket pesawat, visa & travel insurance


BELANDA : AMSTERDAM, LISSE, VOLENDAM, MARKEN 
1. Jakarta - Amsterdam
2. Amsterdam - langsung ke Lisse untuk lihat Taman Tulip terbesar Keukenhof
3. Balik ke Amsterdam/ Damsquare ke Museum Madam Tussad
4. Volendam (desa nelayan) : beli souvenir khas Belanda (paling murah), foto dgn baju tradisional Volendam, wisata kuliner : ikan harring (4 euro), poffertjes dgn pilihan toping sesuai selera (2.5 euro)

menyeberang dgn feri nelayan setempat ke Marken (area Waterland khas Belanda) melihat rumah-rumah khas Belanda

5 City Tour /acara bebas sekitar damsquare untuk yang mauke red light district harus ditemani tour leader

Berangkat keBrussels





 BELGIA
6. La Botanoque Jardin (taman kota Brussles), Grand Place : Wisata kuliner ala belgia : waffle, coklat (ingat kan iklan Magnum?), ke Museum Komik Smurf dan Tintin

7. Berangkat ke Brugges, Venice di utara Eropa
kota yang sangat indah dengan kanal-kanal : city tour sekitar de markt square

8. Berangkat ke Paris

1.    


Paris
8. Ke Versailles, Istana terbesar dgn koleksi terlengkap peninggalan Raja Louis XIV

9. eiifel ke atas, Arc Triomphe, avenue Champs elysee, Place d'etoile, Place de la Concorde, Grand Palais, Toko buku terkenal "Shakespeare & Co" di dekat Gereja Notre Dame

10. Montmartre, ini adalah kota tua di Paris, di bukit dari sini kita bisa melihat panorama kota Paris

11. Muse Du Louvre, Shopping time untuk yg tdk suka masuk ke Museum, Pantheon, melihat kerlip kerlip lampu dari Menara Eiffle di malam hari

PAris menuju Verona (kota Romeo & Juliet, miniatur Roma semuanya ada di sini)
12 Verona : Juliet House, city tour

  menuju Venice
13 Venice : Games : cari Rumah Marco Pollo di dekat Rialto Bridge, Plaza de San Marco, jembatan Rialto,, naik Gondola, wisata kuliner di Brek Ristorante (lasagna), Cafe Florian (terkenal akan kopinya)

Venice menuju Roma
14 Citiy tour dengan jalan kaki ke Coleseum , Roman Forum (puing puing roma), ke Vatikan
wisata kuliner : makan panini (burger ala Itali) dan Gelato (es krim)






















Jangan lupa untuk update info dgn gabung ke fan page kami 
http://www.facebook.com/click4trip 
\
Bon Voyage :)

2014/01/20

Unconditional Love - AMOLE


http://amolethenovel.blogspot.com/



Dan mungkin yang membuat cinta ini terasa perih namun melegakan dengan caranya yang indah, karena ketidakmungkinan, halangan besar di antara kita. Semalam dalam mimpiku aku melihatmu sekelebat. Mungkin ratusan tahun yang lalu, dalam hiruk pikuk di bawah istana Potala, kita terpisahkan dari cengkeraman tangan-tangan penguasa yang bergerak menjauhkan aku dan kamu.


Ingatkah kamu kita berdua pernah tinggal dalam satu tempat yang sama di kurun waktu yang sama bernama Lhasa? Aku melihatmu kini, di sini, dalam ruang dan waktu yang tak berjeda, di Amole, Papua, ribuan kilometer dari Tibet. Gunung-gunung raksasanya mirip dengan tanah kita pernah tinggal dahulu di Tibet, beda dengan tanah asalku di Pulau Jawa. Walau orang-orangnya kebanyakan berwarna kulit jauh lebih gelap, berambut keriting, tetapi mereka juga menyenangi warna-warna mencolok yang mereka tampakkan dalam rajutan benang Noken.

Dalam mimpiku kita berkostum aneh bukan seperti pakaian yang kita kenakan saat ini. Kamu dan aku, berada di abad yang jauh dari saat kita terpisah dulu, namun hati kita masih terpaut, mungkin ini yang menggerakan lidah kita menyerukan kata yang sama, Tibet” saat menjawab tujuan backpacking berikut. Ke Tibet, jika hati ini masih terpaut, kuyakin kita akan bertemu di bawah istana Potala, setelah sekian abad berlalu.

Jika memang harus menunggu seribu tahun lagi untuk cinta yang bertemu, biarlah waktu menerbangkan kita dikehidupan yang lain. Aku dan kamu, bereinkarnasi dalam kehidupan yang baru dengan cerita yang lebih manis, asalkan di sana, hati kita masih terpaut, dan aku masih bisa melihat wajahmu, wajah yang ingin kubuat tersenyum. Seribu tahun menanti, asalkan hati kita tidak berubah. Biarlah waktu mempermainkan cinta kita hingga dia jera dan letih mengujinya, hingga tiba saatnya tidak ada lagi penghalang cinta kita. Tibet, tempat yang hanya kukenal lewat mimpi-mimpiku sejak aku bertemu kamu pertama kali di Amole, aku ingin kembali ke sana, ke rumah tempat kita melihat bumi pertama kali.

Sayang, tahukah kamu, Mas Garnadi tercekat saat kubilang, “Saya tidak tahu apa namanya perasaan yang saya rasakan pada laki-laki itu. Cinta? Jika benar mengapa terasa pedih? Mengapa saya harus mengalami ini? Baru kali ini saya bertemu laki-laki yang menyabotase perhatian saya dengan segala keanehannya. Lelaki berwajah dingin tanpa ekspresi tetapi tatapan malu-malunya berhasil menghangatkan pipi saya. Hati saya merunduk, takluk pada kesederhanaan cintanya" tanpa sadar satu tetes air mata jatuh tepat di atas bibirku yang bergerak dengan pelan membentuk satu senyum, "Cinta saya terhalang oleh orang yang tidak pernah saya pikirkan akan menjadi masalah besar bagi saya”

Mas Garnadi terus mendengarkan ceritaku. “Dia satu diantara ....”

“Seribu?” Mas Garnadi menukas lembut.

“Sejuta! Satu diantara sejuta laki-laki di bumi! Dia laki-laki teraneh yang pernah saya jumpai dalam hidup saya!”

“Wow!” Aku melihat laki-laki peranakan Jawa Tionghoa di depanku terhenyak, matanya yang sipit terbelalak. “Kenapa Mas?”

“Biasanya saya hanya mendengar satu diantara seribu”.

Aku pun terdiam, mungkin ini wujud lain dari cinta? Tanpa terasa air mata merembes dari kedua mataku, dan dengan sigap Mas Garnadi menawarkan tissue.

Aku tertawa, antara malu telah terlihat lemah menangis karena cinta di hadapan orang lain dan lega akhirnya keluarlah perasaan yang selama ini kupendam. Karena egoku yang besar, aku menyangkal telah mencintai laki-laki ini begitu dalam di jiwaku.

“Laki-laki lain boleh datang dalam hidup saya, tapi dia telah mengunci mati hati dan jiwa saya” kataku lagi tanpa malu. Sayang, harus berapa reinkarnasi lagi cinta kita bisa bertemu" batinku.

*untuk seseorang yang pernah saya temui di Papua sana, novel "Amole" saya tulis terinspirasi dia*